ST Gallery ada menyediakan ruang untuk komen dan pendapat. Kami amat mengalu-alukan pendapat anda!  Sila klik di sini untuk menghubungi kami. Terima kasih dari kami. Semoga laman ini akan anda lawati selalu dan memberi manfaat.
 

Login






Lost Password?
No account yet? Register

maybank.jpg
Click here for encouraging more articles or simply a cup of tea.

 

Komen Terkini

Perbandingan Agama (koleksi...
How to pass an aptitude test :: How...
30/08/10 14:05 Lagi...
Oleh Rarraporels

Perbandingan Agama (koleksi...
100 free online dating :: free dating...
27/08/10 12:58 Lagi...
Oleh Rarraporels

Perbandingan Agama (koleksi...
Gautama Buddha was the founder of...
08/07/09 00:15 Lagi...
Oleh sohair

Perbandingan Agama (koleksi...
By: sohair (Guest ) on 02-06-2009...
05/07/09 07:54 Lagi...
Oleh sampuna

Tahap Kecerdasan Intelek...
saya nak perbezaan antara kecerdasan...
28/06/09 05:12 Lagi...
Oleh batista

8 Pengertian Cinta Menurut...
Makacih yowh atas petunjuknya :)...
27/06/09 19:09 Lagi...
Oleh Nia

Perbandingan Agama (koleksi...
kalau begitu..patung yang engkau sembah...
02/06/09 20:09 Lagi...
Oleh sohair

Perbandingan Agama (koleksi...
aku gak ngerti sm agm ku.... mli...
21/04/09 19:01 Lagi...
Oleh enjen

Systems Thinking Gallery

Selanjutnya...

ST-Gallery @ Twitter

Twitter Updates

follow me on Twitter

Jejak Salam


Top 5 Bulan Ini

Perbandingan Agama (koleksi Artikel) PDF Print E-mail
Written by Syamil Yusuff   
Sunday, 06 January 2008
 

Ada beberapa ciri dan karakteristik utama yang membedakan antara agama samawi dan agama ardhi, kami akan sebutkan beberapa di antaranya saja:

 

 

1. Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat

Agama samawi tidak diciptakan oleh manusia lewat kontemplasi atau perenungan. Berbeda dengan agama Budha, yang diciptakan oleh Sidharta Gautama. Sang Budha konon dahulu duduk merenung di bawah pohon Bodi, lalu mendapatkan temuan-temuan berupa nilai-nilai kehidupan, yang kemudian dijadikan sebagai dasar agama itu.

Demikian juga, agama samawi sangat jauh berbeda dengan konsep pengertian agama menurut beberapa ilmuwan barat, yang memandang bahwa asalkan sudah mengandung pengabdian kepada suatu kekuatan tertentu, atau ada ajaran tertentu, atau ada penyembahan tertentu, maka sudah bisa disebut agama.

Umumnya para ilmuwan barat cenderung menganggap sebuah aliran kepercayaan, spiritulisme tertentu serta nilai-nilai tertentu sebagai sebuah agama.

Sementara konsep agama samawi adalah sebuah paket ajaran lengkap yang turun dari langit. Kata samawi mengacu kepada arti langit, karena tuhan itu ada di atas langit menurunkan wahyu. Wahyu bukan sekedar kata-kata ghaib atau magis, melainkan berisi hukum dan undang-undang yang mengatur semua tatanan hidup manusia, mulai dari masalah yang paling kecil hingga yang paling besar. Dari masalah mikro sampai masalah makro.

Agama samawi tidak pernah menciptakan sendiri ajarannya, tetapi menerima ajaran itu dari atas langit begitu saja. Berbeda dengan agama ardhi, di mana ajarannya memang diciptakan, disusun, dibuat dan diolah oleh sesama makhluk penghuni bumi, manusia.

2. Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan

Karena agama samawi datang dari tuhan yang ada di langit, dan tuhan tidak menampakkkan diriNya secara langsung, maka agama samawi mengenal konsep kenabian.

Fungsi dan tugas nabi ini adalah menyampaikan semua kemauan, perintah, aturan, syariah, undang-undang dari tuhan kepada umat manusia. Seorang nabi tidak diberi wewenang untuk menciptakan ajaran sendiri. Nabi bukan manusia setengah dewa, maka tidak ada konsep penyembahan kepada nabi.

Dalam konsep agama samawi, seorang nabi hanyalah seorang manusia biasa. Dia bisa lapar lalu makan, dia bisa haus lalu minum, dia juga bisa berhasrat kepada wanita lalu dia menikah. Namun di balik semua sifat kemanusiaannya, seorang nabi mendapat wahyu dari langit. Serta mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan dari langit agar tidak melakukan kesalahan.

Satu lagi fungsi seorang nabi yang tidak boleh dilupakan, yaitu sosok diri seorang nabi dijadikan suri tauladan, contoh hidup yang nyata, dan model untuk bisa ditiru oleh manusia.

3. Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia

Perbedaan lainnya lagi antara agama samawi dan agama ardhi adalah bahwa tiap agama samawi memiliki kitab suci yang turun dari langit. Kitab suci itu datang langsung dari tuhan, bukan hasil ciptaan manusia.

Diturunkan lewat malaikat Jibril alaihissalam, kepada para nabi. Lalu para nabi mengajarkan isi wahyu itu kepada umatnya. Jadilah kumpulan wahyu itu sebagai kitab suci. Itu adalah proses turunnya Al-Quran. Atau bisa jadi Allah SWT menurunkan kitab itu sekaligus dalam satu penurunan, seperti yang terjadi para kitab-kitab suci yang turun kepada Bani Israil.

Sedangkan agama ardhi seperti Hindu, Budha, Konghucu, Shinto, dan lainnya, meski juga punya kitab yang dianggap suci, namun bukan wayhu yang turun dari langit. Kitab yang mereka anggap suci itu hanyalah karangan dari para pendeta, rahib, atau pun pendiri agama itu. Bukan wayhu, bukan firman, bukan kalamullah, bukan perkataan tuhan.

Dari sisi isi materi, umumnya kitab suci agama samawi berisi aturan dan hukum. Kitab-kitab itu bicara tentang hukum halal dan haram. Adapun kitab suci agama ardhi umumnya lebih banyak bicara tentang pujian, kidung, nyanyian, penyembahan.

4. Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid

Agama samawi selalu mengajarkan konsep ketauhidan, baik Islam, yahudi atau pun nasrani. Tuhan itu hanya satu, bukan dua atau tiga, apalagi banyak.

Sedangkan agama ardhi umumnya punya konsep bahwa tuhan itu ada banyak. Walau pun ada yang paling besar dan senior, tetapi masih dimungkinkan adanya tuhan-tuhan selain tuhan senior itu, yang boleh disembah, diagungkan, diabdi dan dijadikan sesembahan oleh manusia.

Konsep bertuhan kepada banyak objek ini dikenal dengan istilah polytheisme. Agama dan kepercayaan yang beredar di Cina telah mengarahkan bangsa itu kepada penyembahan dewa-dewa. Ada dewa api, dewa air, dewa hujan, dewa tanah, dewa siang, dewa malam, bahkan ada dewa yang kerjanya minum khamar, dewa mabok.

Kepercayaan bangsa-bangsa di Eropa pun tidak kalah serunya terhadap konsep dewa-dewa ini. Semua bintang di langit dianggap dewa, diberi nama dan dikait-kaitkan dengan nasib seseorang. Kemudian ada dewa senior di gunung Olympus, Zeus namanya. Dewa ini punya anak, setengah dewa tapi setengah manusia, Hercules namanya. Lalu para dewa itu bertindak-tanduk seperti manusia, bahkan hewan. Ada yang perang, ada yang berzina, ada yang mabuk-mabukan bahkan ada dewa yang kerjaannya melacurkan diri.

Kepercayaan bangsa Romawi kuno hingga hari ini masih saja berlangsung di masyarakat barat, mereka masih sangat kental mempercayai adanya dewa-dewa itu.

Agama samawi datang kenolak semua konsep tuhan banyak dan beranak pinak. Dalam konsep agama samawi, tuhan hanya satu. Dia Maha Sempurna, tidak sama dengan manusia, Maha Agung dan Maha Suci dari segala sifat kekurangan. Selain tuhan yang satu, tidak ada apa pun yang boleh disembah. Maka tidak ada paganisme (paham kedewaaan) dalam agama samawi.

Penyimpangan Nasrani dan Yahudi dari Karakteristik Agama Samawi

Sebagai agama samawi, agama nasrani dan yahudi awalnya memenuhi 4 kriteria di atas. Namun seiring dengan berjalannya waktu, satu persatu karakteristik itu tanggal dan lenyap. Sepeninggal para nabi mereka, keadaan menjadi berubah 180 derajat.

1. Agama Diciptakan oleh Tokoh Agama

Tidak ada lagi konsep bahwa agama itu berasal dari tuhan, sebab para pemuka agama baik pendeta, rahib, atau pun tokoh spiritul mereka telah mulai membuat sendiri agama itu, tambahan demi tambahan di sana sini mulai dibuat. Pengurangan-pengurangan juga acap dilakukan. Walhasil, dalam waktu yang singkat, agama nasrani dan yahudi sudah bukan lagi bersifat samawi, karena nyaris sudah dipermak habis-habisan oleh para tokohnya.

Allah subhanahu wata’ala tegas sekali menyatakan bahwa apa dilakukan oleh umat nasrani dan yahudi itu sama saja dengan menyembah para tokoh agama.

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(QS. At-Taubah: 31)

Para tokoh agama nasrani dan yahudi dilaknat oleh Allah karena mereka punya kebiasan mengubah isi kitab suci. Dan umat Islam tidak terlalu diminta untuk berharap terlalu banyak dari umat nasrani dan yahudi untuk beriman.

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. Al-Baqarah: 75)

2. Menyembah Nabi dan Orang Shalih

Penyimpangan berikutnya adalah umat nasrani dan yahudi sudah tidak lagi menyembah Allah yang Esa, tetapi menambahi satu lagi sebagai tuhan baru (junior), yaitu nabi mereka sendiri.

Konsep kenabian agama samawi telah mereka hancurkan, diganti dengan konsep penyembahan kepada orang suci. Maka dibuatlah patung-patung para nabi dan orang-orang shalih. Patung itu semula hanya sekedar untuk pengingat, namun beberapa generasi berikutnya mulai memberikan takzhim, penghormatan hingga berakhir dengan penyembahan.

Ketika nabi Muhammad SAW dilahirkan di Makkah tahun 570 Masehi, di seputar ka’bah sudah bertengger 360 patung para nabi dan orang shalih. Dari mana datangnya patung-patung yang disembah?

Awalnya datang dari negeri Yaman yang saat itu berpenduduk nasrani. Umat nasrani sedunia 500-an tahun setelah ditinggalkan oleh nabi Isa alaihissama, sudah menjadi penggemar penyembahan patung nabi dan orang shalih mereka.
Dari mana datangnya penyembahan patung di kalangan umat nasrani?

Datang dari Eropa, ibukota dan surga para dewa sesembahan. Patung dan penyembahan berhala datang dari Eropa para saat negeri Eropa didatangi oleh agama nasrani yang masih bersih dari bumi Palestina.

Sayang sekali, agama nasrani ini meski diterima di Eropa, namun nasibnya apes sekali. Alih-alih mentauhidkan bangsa Eropa, agama ini malah diberhalakan di Eropa. Masuklah paham keberhalaan khas Eropa dan diasimilasi di dalam agama nasrani. Sampai 300 tahun kemudian, resmilah nabi Isa naik pangkat menjadi tuhan dalam pemahaman agama ini. Lalu bunda Mariam yang di dalam Quran disebutkan sebagai wanita yang suci dan beriman, juga ikut-ikutan dijadikan tuhan, disembah dan dipatungkan.

Ketika Al-Quran turun 200 tahun kemudian, vonis Allah kepada agama dan orang-orang nasrani yang berpaham Polytheisme ini tegas dan jelas: KAFIR.

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (QS. Al-Maidah: 72)

Sesungguhnya kafirlah orang0orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. Al-Maidah: 73)

3. Memalsu Kitab Suci

Kitab suci Injil yang asalnya adalah firman Allah subhanahu wata’ala, lama kelamaan berubah isinya menjadi karangan Petrus, Yohanes, Markus, Lukas, dan lainny. Bukan lagi firman Allah tetapi karangan manusia.

Kitab itu lalu diperdebatkan keotentikannya oleh mereka sendiri, maka berdirilah sekte-sekte yang saling berbeda. Muncul aliran-aliran gereja yang saling mengkafirkan.

Awalnya bermula dari tidak adanya naskah asli Injil. Yang ada hanya catatan-catatan yang tidak pernah terjaga keasliannya. Ditambah lagi ciri khas para pemuka agama nasrani yang punya hobi membuat tambahan, sisipan, bahkan sampai menghapus naskah asli, demi sekedar kepentingan pribadi.

Demikian sedikit penjelasan tentang agama samawi dan agama ardhi serta malapetaka yang menimpa pada agama samawi, yahudi dan nasrani. Adapun agama Islam, tetap kokoh, konsisten, konsekuen dan mantap dalam karakteristiknya sebagai agama samawi. Tidak ada penciptaan agama, tetapi agama itu datang dari Allah 100 persen, tidak ada penambahan dan pemalsuan kitab suci, tidak pernah menyembah nabi, juga tidak pernah menduakan Allah.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc


   
Kod web
Kegemaran
Artikel berkaitan
Simpan pada del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

 

Display 9 of 9 comments

By: Robert Najoan (Guest ) on 18-02-2008 09:15

Tolong kirim artikel atau buku2 tentang perbandingan agama2 dunia (Kristen,Islam,Hindu,Budha,Kon ghucu,Sinto,ajaran2 bidat) tentang Allah,manusia,malaikat,setan,k eselamatan,kitab suci,dll. 
Trims sebelumnya.Tuhan Memberkati 
 
Robert najoan 
Mhs.LMP STA Ginosko Airmadidi 
d.a. "COCO" 
Jln.SAmRat 458 Ranotana 
Kota Manado 95116 Sulut Indonesia

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: Maman (Guest ) on 25-09-2008 06:24

saya sangat setuju dengan apa yang diminta oleh Mr.robert, karena hal ini dapat lebih menampakkan kebenaran dan mengikis kepalsuan yang selama ini masih diyakini oleh banyak orang. jadi sekali lagi mohon dikirim artikel-artikel perbandingan agama khusunya agama yang ada di indonesia. thanks

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: adi (Guest ) on 19-02-2009 16:06

:eek :p :grin 8) :p :roll :eek :sigh :sigh :x :( :cry :? :sigh :sigh :zzzEset :eek :roll :p 8) 8)

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: sampuna (Guest ) on 02-04-2009 16:16

dalam keyakinan Islam,Islam datang dari langit. 
dalam keyakinan Buddhist,Buddhism bukan ciptaan beliau tetapi adalah Kebenaran Sejagat yg berlangsung tidak kira Buddha wujud atau tidak.Maka,adalah salah mengatakan ajaran Buddha adalah ciptaan manusia 
 
dalam catatan kitab Buddha,tatacara hidup agama Buddha berkisarkan Dhamma, yakni 'Kebenaran', dan 'Kebenaran' ini bukan milik Gotama.  
 
Buddha Gotama tidak disembah sebagai tuhan tetapi diambil sebagai contoh seorg guru agong yg telah mencapai Nibbana. Mereka yg mengikut langkahnya adalah apa yg disebut dlm KTP sebagai 'Buddhist'

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

» Lihat semua 1 komen

By: enjen (Guest ) on 21-04-2009 19:01

aku gak ngerti sm agm ku.... 
 
mli skrg Q ragu dgn agm krstn... 
 
knp ktb nya gk nymbng gt...

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: sampuna (Guest ) on 05-07-2009 07:54

By: sohair (Guest ) on 02-06-2009 20:09 
 
kalau begitu..patung yang engkau sembah 2 apa???buddha ke???kalau buddha..sembah orang la jawapannya...kita sebagai org manusia perlu menyembah tuhan secara terus..bukan sembah patung ciptaan manusia yang boleh dihancurkan oleh kita juga..ngerti?? 
 
jawapan saya : mohon KAJI AGAMA BUDDHA DARI KITABNYA, BUKAN DARI MENDENGAR PEMBOHONGAN USTAD2 DI CERAMAH YG MENGHINA AGAMA BUDDHA.kami tidak menyembah Buddha sebagai tuhan tapi namaskara melahirkan rasa hormat kami kpdnya sebagai guru agong.boleh saja tanpa patung.mengapa marah kewujudan patung?

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: sohair (Guest ) on 08-07-2009 00:15

Gautama Buddha was the founder of Buddhism. His original name was Siddharth (meaning one who has accomplished). He was also called Sakyamuni, i.e. the sage of the tribe of Sakya. He was born in the year 563 B.C. in the village of Lumbini near Kapila Vastu, within the present borders of Nepal. 
 
According to legend, an astrologer foretold his father, the king, that young Gautama would give up the throne and luxury and renounce the world the day he would see four things (i) an old man, (ii) a sick man, (iii) a diseased man and (iv) a dead man. Hence, the king confined Gautama in a special palace which was provided with all worldly pleasures. He was married at the age of sixteen to Yasoddhra. 
 
At the age of 29 after the birth of his first son, Gautama on the same day saw an old man, a sick man, a diseased man and a dead man. The impact of the dark side of life made him renounce the world that same night and he left his wife and son and became a penniless wanderer. 
 
He studied and practised Hindu discipline initially, and later, Jainism. For several years he observed rigorous fasting along with extreme self-mortification. On realising that tormenting his body did not bring him closer to true wisdom, he resumed eating normally and abandoned asceticism. 
 
At the age of 35, one evening as he sat beneath a giant fig tree (Bodh tree), he felt that he had found the solution to his problem and felt that he had attained enlightenment. Thus, he came to be known as ?Gautama?, ?The Buddha?, or 'The Enlightened One'. 
 
Later, he spent 45 years in preaching the truth that he felt he had discovered. He travelled from city to city bare-footed, clean-headed, with nothing more on his self than his saffron robe, walking stick and begging bowl. He died at the age of 80 in the year 483 BC. 
 
Buddhism is divided into two sects viz. Hinayana and Mahayana. 
 
I. BUDDHIST SCRIPTURES: 
 
Historical criticism has proved that the original teachings of Buddha can never be known. It seems that Gautama Buddha?s teachings were memorized by his disciples. After Buddha?s death a council was held at Rajagaha so that the words of Buddha could be recited and agreed upon. There were differences of opinion and conflicting memories in the council. Opinion of Kayshapa and Ananda who were prominent disciples of Buddha were given preference. A hundred years later, a second council at Vesali was held. Only after 400 years, after the death of Buddha were his teachings and doctrines written down. Little attention was paid regarding its authenticity, genuineness and purity. 
 
Buddhist Scriptures can be divided into Pali and Sanskrit Literature: 
 
A. Pali Literature :  
 
The Pali literature was monopolized by the Hinayana sect of Buddhism. 
 
Tri Pitaka: The most important of all Buddhist scriptures is the TRI-PITAKA which is in Pali text. It is supposed to be the earliest recorded Buddhist literature which was written in the 1st Century B.C. 
 
The TRI-PITAKA or Three Baskets of law is composed of 3 books:  
 
1.Vinaya Pitaka: "Rules of Conduct" : This is a book of discipline and mainly deals with rules of the order.  
 
2. Sutta Pitaka: "Discourses" : It is a collection of sermons and discourses of Gautama Buddha and the incidents in his life. It is the most important Pitaka and consists of five divisions known as Nikayas. Dhammapada is the most famous Pali literature and contains aphorisms and short statements covering the truth.  
 
3. Abhidhamma: "Analysis of Doctrine": This third basket contains meta physical doctrines and is known as Buddhist meta physicals. It is an analytical and logical elaboration of the first two pitakas. It contains analysis and exposition of Buddhist doctrine.  
 
B. Sanskrit Literature:  
 
Sanskrit literature was preferred by the Mahayana. Sanskrit literature has not been reduced to a collection or in Cannon like the Pali literature. Thus much of the original Sanskrit literature has been lost. Some were translated into other languages like Chinese and are now being re-translated into Sanskrit.  
 
1. Maha vastu: "Sublime Story": Mahavastu is the most famous work in Sanskrit which has been restored from its Chinese translation. It consists of voluminous collection of legendary stories. 
 
2. Lalitavistara: Lalitavistara is one of the holiest of the Sanskrit literature. It belongs to the first century C.E., 500 years after the death of Buddha. It contains the miracles which the superstition loving people have attributed to Buddha. 
 
II TEACHINGS OF BUDDHA:  
 
A. Noble Truths:  
 
The principal teachings of Gautama Buddha can be summarised in what the Buddhists call the "Four Noble Truths": 
 
First - There is suffering and misery in life . 
 
Second - The cause of this suffering and misery is desire. 
 
Third - Suffering and misery can be removed by removing desire. 
 
Fourth - Desire can be removed by following the Eight Fold Path. 
 
B. The Noble Eight Fold Path:  
 
(i) Right Views 
 
(ii) Right Thoughts 
 
(iii) Right Speech 
 
(iv) Right Actions 
 
(v) Right Livelihood 
 
(vi) Right Efforts 
 
(vii) Right Mindfulness 
 
(viii) Right Meditation 
 
C. Nirvana:  
 
Nirvana' literally means "blowing out" or "extinction". According to Buddhism, this is the ultimate goal of life and can be described in various words. It is a cessation of all sorrows, which can be achieved by removing desire by following the Eight Fold Path. 
 
III PHILOSOPHY OF BUDDHISM IS SELF - CONTRADICTORY: 
 
As mentioned earlier, the main teachings of Buddhism are summarised in the Four Noble Truths: 
 
(i) There is suffering and misery in life. 
 
(ii) The cause of suffering and misery is desire. 
 
(iii) Suffering and misery can be removed by removing desire. 
 
(iv) Desire can be removed by following the Eight Fold Path. 
 
This Philosophy of Buddhism is self-contradictory or self-defeating because the third truth says "suffering and misery can be removed by removing desire" and the fourth truth says that 'desire can be removed by following the Eight Fold Path'. 
 
Now, for any person to follow Buddhism he should first have the desire to follow the Four Noble Truths and the Eight Fold Path. The Third great Noble Truth says that desire should be removed. Once you remove desire, how can we follow the Fourth Noble truth i.e. follow the Eight Fold Path unless we have a desire to follow the Eight Fold Path. In short desire can only be removed by having a desire to follow the Eight Fold Path. If you do not follow the Eight Fold Path, desire cannot be removed. It is self contradicting as well as self-defeating to say that desire will only be removed by continuously having a desire.  
 
IV CONCEPT OF GOD  
 
Buddha was silent about the existence or non-existence of God. It may be that since India was drowned in idol worship and anthropomorphism that a sudden step to monotheism would have been drastic and hence Buddha may have chosen to remain silent on the issue of God. He did not deny the existence of God. Buddha was once asked by a disciple whether God exists? He refused to reply. When pressed, he said that if you are suffering from a stomach ache would you concentrate on relieving the pain or studying the prescription of the physician. "It is not my business or yours to find out whether there is God ? our business is to remove the sufferings of the world". 
 
Buddhism provided Dhamma or the "impersonal law" in place of God. However this could not satisfy the craving of human beings and the religion of self-help had to be converted into a religion of promise and hope. The Hinayana sect could not hold out any promise of external help to the people. The Mahayana sect taught that Buddha?s watchful and compassionate eyes are on all miserable beings, thus making a God out of Buddha. Many scholars consider the evolution of God within Buddhism as an effect of Hinduism. 
 
Many Buddhists adopted the local god and thus the religion of "No-God" was transformed into the religion of "Many-Gods" - big and small, strong and weak and male and female. The "Man-God" appears on earth in human form and incarnates from time to time. Buddha was against the caste-system prevalent in the Hindu society.

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: Rarraporels (Registered ) on 27-08-2010 12:58

100 free online dating :: free dating sites :: adult dating au :: online dating sites :: 100 free dating sites :: free online dating service :: 100 free dating sites :: adult sex dating :: 10 adult dating free :: adult dating sites :: free online dating games :: 100 free dating :: adult dating site :: free online dating services uk :: adult dating au :: free online dating sites :: best free online dating sites :: free online dating sites :: 100 free online dating :: dating online :: new dating sites :: biker singles free dating online :: free online dating site :: online dating tips :: 100 free online dating :: free online dating games :: dating online :: free online dating games :: adult dating services :: adult dating sites :: no dating only friends internet sites :: free muslim dating service :: free swinger dating :: lesbian dating sites :: 100 free online dating :: free online dating sites :: dating online lakeland fl :: free online dating service :: free adults dating :: adult dating :: adult dating :: best free online dating sites :: christian dating sites :: unknown dating sites :: free dating sites :: dating sites :: free singles dating site ph :: completely free dating sites :: free dating site :: 100 free dating sites ::

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

By: Rarraporels (Registered ) on 30-08-2010 14:05

How to pass an aptitude test :: How to become bonded and insured :: How to remove sim card :: How serious is cvid :: How to take care of horses :: How tall is michele obama :: How to build floating bed :: How to write with ball point :: How to lace ice hockey skates :: How to teleport :: How to paint stitching :: How does mutation happen :: How many meters is five feet :: How to do sensual massage :: How to make pignoli cookies :: How is venous closer done :: How to write to president obama :: How old is bobby flay :: How to build lattice gates :: How call out germany into england :: How to build ramps :: How to set up a tbusiness :: How to use tom tom gps :: How to transplant an aspen tree :: How to make a handkerchief hem :: How to build a treadle jigsaw :: How to make a guitar case :: How to play an iso file :: How to multiply roots :: How the mosquito device works :: How to use mpt with v3m :: How to make the perfect volcano :: How to change dlp a tyla1000 :: How to suck nipples :: How to bring blood sugar down :: How to cope large diameter pipe :: How do spiders reproduce :: How to refine silver withought acid :: Pictures of how to lift teenren :: How to decant wine :: How to use crutches :: How to wait on a table :: How long to save documents :: How to grow blackberries from cuttings :: How do you spell supercalifrag :: How to hack into a computer :: How to take a bra off :: How to test cf-30 gps receiver :: How to make custom bars :: How much is my house4 wortj ::

 

» Lapor kepada webmaster

» Balas komen ini...

Display 9 of 9 comments



Beri komentar
Name
E-mail
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >